;

Kamis, 28 April 2011

Benarkah Yahudi Sebenarnya Bukan Nama Suatu Agama???

Kamis, 28 April 2011

Agama Yahudi adalah salah satu agama samawi / agama langit. Agama langit dikatakan sebagai agama yang asalnya dari wahyu Illahi, karena penciptanya Zat Yang Maha Tinggi, yang sulit diketahui dan difikirkan oleh umat manusia.(1)

Agama Yahudi adalah agama samawi yang mempunyai sifat kenasionalan, artinya agama itu terbatas hanya dianut oleh bangsa Yahudi / Bani Israil / anak cucu Nabi Ya’kub saja.

Yahudi sebenarnya bukanlah nama suatu agama, tetapi nama suatu bangsa, yaitu bangsa Yahudi, yang biasa juga disebut bangsa Israil atau Ibrani. Hanya saja agama yang mereka anut telah dibangsakan kepada nama bangsa mereka, dengan sebutan : Agama Yahudi atau Agama Israil. Untuk membicarakan Agama Yahudi, lebih dahulu kita harus mengetahui asal usul perkembangan bangsa yang menganut agama itu, kemudian baru kita telaah agamanya.

Untuk mengetahui asal usul bangsa Israil / Yahudi, maka kita harus meniliki kembali sejarah Nabi Ibrahim AS. Karena, Beliau adalah induk yang menurunkan bangsa Israil, dan timbulnya bangsa Israil adalah akibat perjuangan Nabi Ibrahim AS.

Nabi Ibrahim AS memiliki dua orang istri yaitu Siti Hajar dan Siti Sarah. Perkimpoian Nabi Ibrahim dengan Siti Hajar melahirkan Ismail. Sedangkan perkimpoian Beliau dengan Siti Sarah melahirkan Ishaq. Sebagaimana kita ketahui Nabi Ibrahim (atas perintah Allah SWT) meng-hijrahkan Siti Hajar dan Ismail kewilayah Arab (yang kemudian berdiri Ka’bah), sedangkan Siti Sarah dan Ishaq ikut Nabi Ibrahim. Dalam perkembangannya, setelah Nabi Ibrahim wafat kemudian Ishaq menggantikannya untuk memimpin kaumnya sekaligus diangkat oleh Allah sebagai Nabi. Dan setelah Ishaq wafat, kemudian anaknya Nabi Ya’kub meneruskan tugas memimpin bangsa Ibrani (2).

Nabi Ya’kub kemudian menetap di Kan’an (sekarang Palestina), dan mempunyai 12 orang anak, Nabi Ya’kub mendapatkan nama kehormatan / disebut sebagai Israil (yang artinya : Hamba Allah yang amat taat) (3). Adapun nama anak-anak Beliau adalah :
  1. Rubin
  2. Simeon
  3. Lewi
  4. Yahuda
  5. Zebulon
  6. Isakhar
  7. Dan
  8. Gad
  9. Asyer
  10. Naftali
  11. Yusuf
  12. Benyamin
Anak cucunya inilah yang kemudian disebut dengan nama anak cucu Bani Israil.

Diantara putra Ya’kub tersebut ada yang bernama Yahuda adalah yang paling banyak keturunannya. Selain banyak turunannya, Yahuda pun terkemhka dalam berbagai hal dari saudara-saudaranya yang lain. Mungkin nama bangsa Yahudi dinisbahkan kepada beliau. Bangsa Yahudi bukan diperuntukkan khusus anak cucu Yahuda saja, namun untuk seluruh keturunan Bani Israil / anak cucu Nabi Ya’kub. Pada perkembangannya Bangsa Yahudi / Bani Israil memiliki catatan sejarah yang sangat panjang. Namun, tidak akan diungkapkan secara jelas dalam makalah ini karena keterbatasan. Adapun pemakalah akan menjelaskan ceritanya secara singkat.

Didaerah Kan’an terjadi paceklik berkepanjangan yang menyebabkan keturunan Nabi Ya’kub terpaksa meminta bantuan pangan ke negeri Mesir (kejadian Nabi Yusuf). Cukup lama anak keturunan Nabi Ya’kub mendiami Mesir hingga berabad-abad, sampailah kemudian pada masa pemerintahan Ramses II / Fir’aun yang terkenal bengis dan kejam.

Fir’aun yang khawatir akan terancam kekuasaannya kemudian memulai misi pembunuhan terhadap keturunan laki-laki Bani Israil. Yang kemudian sampailah pada masa Nabi Musa AS menentang Fir’aun setelah sebelumnya ia sempat menjadi penggembala biri-biri Nabi Syu’aib dan menjadi menentu Beliau. Setelah dakwah Beliau mengalami hambatan cukup keras, kemudian Nabi Musa memutuskan untuk membawa keturunan Bani Israil untuk keluar Mesir (dengan maksud untuk kembali ke tempat asal Bani Israil / Kan’an).

Catatan selama perjalanan ini antara lain, Nabi Musa mendapat Wahyu dari Allah berupa kitab Taurat. Misi Nabi Musa semula yaitu ingin membawa kembali kaumnya ke tempat nenek moyang mereka (Nabi Ya’kub) yaitu Kan’an mengalami hamtana. Karena kaumnya mulai menujukkan keangkuhan mereka dan tidak mau memasuki tanah Kan’an. Setelah Musa AS wafat, cita-cita perjuangannya untuk mengembalikan Bani Israil ke Kan’an dilanjutkan oleh Yusa’ atau Zulkifli AS yang diangkat oleh Allah menjadi Nabi yang kemudian berhasil mengalahkan penduduk Kan’an dan mengembalikan Bani Israil ke Kan’an. Setelah lama memerintah Kerajaan disana, silih berganti didatangkan Nabi untuk Bani Israil (karena kedurhakaannya setiap ditinggal oleh Nabi) seperti Nabi Ilyas dan Ilyasa.

Pada masa Bani Israil diperintah oleh Raja Saul, rakyat cukup menderita karena adanya serangan-serangan dari bangsa tetangga (bangsa Kan’an / Palestin) yang dikoamdoi oleh Panglima Perang yaitu Jalut, yang kemudian berhasil ikalahkan oleh seorang rakyat yang kemudian juga diangkat Allah SWT menjadi Nabi yaitu Daud. Setelah pemerintahan Saul, kemudian Daud diangkat menjadi pemimpin.

Setelah diangkat menjadi Nabi, Daud diwahyukan oleh Allah kitab Zabur.
Kemudian setelah Beliau wafat, ia digantikan oleh putranya yang juga diangkat oleh Allah menjadi Nabi yaitu Sulaiman. Yang kemudian menjadi penguasa bangsa jin dan manusia dan berhasil membangun imperium terbesar sepanjang sejarah Nabi-Nabi. Setelah sepeninggalan Nabi Sulaiman, Bani Israil sempat terpecah-pecah dan kebanyakn ingkar kembali kepada Allah. Untuk itu, Allah mengutus beberapa Rasulnya diantaranya : Nabi Yunus, Zakaria dan Yahya.

Pokok ajaran agama Yahudi tergambar dalam kitab Taurat yang berisi sepuluh perintah Allah. Jika disederhanakan kalimatnya, maka perintah ini dimaksudkan sbb (4):
  1. Pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  2. Larangan menyekutukan Tuhan dengan apa saja dan dimana saja.
  3. Larangan menyebut nama Tuhan dengan kata-kata yang dapat menyia-nyiakan Tuhan (membuat tidak senangnya Tuhan)
  4. Memuliakan hari pemberhentian Tuhan dari penciptaan, yaitu hari Sabat
  5. Menghormati Ayah dan Ibu
  6. Larangan membunuh sesama manusia
  7. Larangan berbuat zina
  8. Larangan mencuri
  9. Larangan menjadi saksi palsu
  10. Menahan dorongan nafsu / menahan keinginan untuk memiliki sesuatu yang bukan menjadi hak miliknya (5)

Konsep Ibadah Agama Yahudi

Dalam agam Yahudi terdapat berbagai ibadat dan upacara keagamaan, antara lain :

1. Sembahyang dan Do’a
Tempat peribadatan agama Yahudi adalah dengan mendirikan sinagog-sinagog yaitu mushalla-mushalla untuk tempat mengajarkan agama. Dalam sembahyang mereka menghadap Baitul Muqaddas di Palestina itu, sebagai kiblat mereka.(6)

2. Puasa
Menurut agama Israil, bangsa Yahudi diwajibkan berpuasa pada hari kesepuluh tiap bulan ketujuh. Disamping itu puasa yang dilakukan dengan sukarela (puasa sunat), biasanya pada waktu-waktu ada musibah atau bencana umum yang menimpa bangsa Israil.(7)

3. Qurban
Tempat untuk penyelenggaraan kurban disebut sebagai Mesbeh / Mazbah. Binatang korban tersebut ada yang dibakar hangus, ada pula yang dimakan dagiangnya, dan adakala darah korban itu ditampung untuk dipercikkan ke Mazbah.
Jenis Barang Korban (8):
- Hewan seperti : lembu jantan yang tidak bercacat, kambing atau kibas yang tidak bercacat, dsan sebangsa burung.
- Makanan : tepung, minyak dan dupa.
Jenis Tujuan Korban (9):
- Untuk keselamatan : benda yang dikorbankan adalah berupa makanan / roti dan hewan. Roti yang digunakan adalah roti manis tidak beragi.
- Untuk menebus dosa : untuk menebus dosa imam / Lewi korbannya lembu jantan muda, untuk orang biasa yaitu kambing / kibas.

4. Khitan
Mengkhitan adalah kewajiban agama Yahudi / Israel untuk anak laki-laki, dilakukan hari kedelapan kelahiran sekaligus pemberian nama anak tersebut.(10)

5. Upacara Paskah
Upacara Paskah yaitu hari peringatan keluar dari Mesir, dilakukan pada bulan Abi (November). Pada masa itu tujuh hari tidak boleh makan barang mengandung ragi, harus makan roti pahit.


Kitab Suci Agama Yahudi

Kitab suci agama Yahudi adalah sbb :

1. Perjanjian Lama, ulama Yahudi membagi kitab sucinya menjadi tiga kelompok besar yaitu :

a. Pentateuck
Pentateuck adalah Kitab Taurat Nabi Musa. Kitab ini dibagi menjadi lima bagian / Sifru yaitu (11):
- Kitab Kejadian
- Kitab Keluaran
- Kitab Imamat Orang Lewi
- Kitab Bilangan
- Kitab Ulangan

b. Nebiim
Bagian ini terdiri atas lampiran / lembaran / bagian yaitu :
- Kitab Yusa’
- Kitab Hakim-Hakim
- Kitab Semuil
- dll (12)

c. Ketibim
Bagian ini antara lain :
- Amsal Sulaiman
- Mazmur (Zabur Nabi Daud)
- Dsb (13)

2. Talmud

Selain daripada Taurat dan lampirannya, agama Tahudi sekarang juga meyakini adanya Kitab suci lain yaitu Talmud. Adapun Talmud mula-mula adalah riwayat-riwayat yang turun dari mulut ke mulut, generasi ke generasi secara turun temurun. Riwayat ini berupa kisah-kisah, pengejaran, hukum dsb. Kumpulan riwayat inilah yang dimaksud Talmud.(14) Umat Yahudi berkeyakinan bahwa Talmud setara dengan Taurat. Bahkan ada yang mengklaim lebih dari Taurat dan juga merupakan firman Tuhan.

3. Kitab Protokol

Selain dari Talmud, adalagi beberapa kitab yang dijadikan pegangan oleh bangsa Yahudi. Dizaman sekarang dikenal sebuah buku yang disusun oleh Pendeta-Pendeta Yahudi bernama Protokol. Protokol sebenarnya merupakan sebuah dokumen rahasia bagi bangsa Yahudi, yang berisikan rencana bangsa Yahudi Internasional menaklukkan dunia.


Perbedaan dan Persamaan Dengan Islam

Persamaan dengan Islam :
  1. Sama-sama Agama Samawi
  2. Sama-sama Agama Tauhid / Monotheisme
  3. Perkembangannya sama-sama diajarkan oleh Para Nabi / Rasul
  4. Kewajiban khitan

Perbedaan dengan Islam :
  1. Yahudi menggambarkan Dzat Tuhan dan perbuatannya se[erti manusia, sedangkan Islam tidak.
  2. Nabi Musa menerima wahyu langsung dari Tuhan, sedangkan Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan, dan adapula yang langsung.
  3. Rasul untuk mendakwahkan agama Yahudi banyak jumlahya, sedangkan agama Islam sebagai penyempurna hanya satu saja (Muhammad SAW).
  4. Kitab suci Yahudi banyak jumlahnya, Islam hanya satu.
  5. Kitab suci Yahudi bicara hal-hal tidak senonoh, seperti kisah Nabi Nuh, Ibrahim dan Daud. Sedangkan Al-Qur;an adalah sebaik-baik bahasa.

Wallahu a’lam bishshawab,



...TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA...SEMOGA TIDAK BOSAN DENGAN ISI BLOG INI...

SEGARKAN MATA - 00.30
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI

0 komentar:

Poskan Komentar