;

Kamis, 14 April 2011

Dosen Sewa Penari Bugil Demi Pemahaman Mahasiswa

Kamis, 14 April 2011


PHILADELPHIA - Seorang profesor di Amerika Serikat membuat sensasi lantaran menyewa striptis dalam kelasnya. Profesor bernama Jack Rappoport dari La Salle University, Philadelphia ini berniat mengilustrasikan bagaimana Platonic (tipe cinta tanpa ketertarikan fisik atau hubungan seksual) dan etika Hegel (Hegelian) bisa diterapkan dalam bisnis.


Di harian Philadelphia City Paper, para mahasiswa menjelaskan yang terjadi dalam kelas ini. Kegiatan ini merupakan simposium di mana Rappoport merupakan pengajarnya.

Dengan biaya pendaftaran sebesar USD150 atau setara Rp1,2 juta (Rp8647.5 per USD), mahasiswa akan memperoleh kredit (SKS) di College of Professional and Continuing Studies serta SKS tambahan untuk kelas School of Business sang profesor.

Tujuan dari simposium ini adalah menerapkan Platonis dan etika Hegel dalam bisnis. Sebagai bagian dari kuliah, ada tiga penari yang disewa sang profesor. Mereka mengenakan bikini dan atau rok mini serta sepatu hak tinggi. Para penari ini sudah ada sebelum 30 mahasiswa (dua di antaranya adalah perempuan) masuk kelas.

Selama kelas berlangsung, para penari melakukan tarian pangkuan, yang biasa mereka lakukan saat bekerja, kepada mahasiswa yang bersedia dan juga kepada Rappaport.

Namun saat kelas berlangsung selama 45 menit, Dekan School of Business Paul Brazina masuk. Atas insiden ini, pihak universitas menyatakan akan melakukan investigasi penuh dan Rappaport pun diskors. Seperti dikutip dari Huffingtonpost, Rabu (13/4/2011).

Rappoport memiliki catatan pernah mencampurkan kepentingan di luar pelajaran dengan kegiatan akademis. Pada situs RateMyProfessors.com, seorang mahasiswa menulis pada 2004, Rappoport merupakan pengajar yang mudah memberikan nilai A. “Pria yang sangat aneh. Penggila judi, balap kuda dan strip. Kerap berbicara tentang hal-hal tadi sepanjang waktu.”



...TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA...SEMOGA TIDAK BOSAN DENGAN ISI BLOG INI...

SEGARKAN MATA - 02.37
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI

0 komentar:

Poskan Komentar