;

Rabu, 20 April 2011

Ijazah Perawat RI Tak Diakui Pemerintah Kuwait

Rabu, 20 April 2011


Pemerintah harus segera menuntaskan kasus ijazah keperawatan perawat Indonesia yang tidak diakui Pemerintah Kuwait. Mereka terancam kehilangan pekerjaan dan hak-hak normatif karena persoalan akreditasi ijazah. Pemerintah dinilai lamban membela perawat Indonesia dalam menghadapi polemik legalitas ijazah pendidikan keperawatan yang diragukan Pemerintah Kuwait. Kasus yang meresahkan ratusan perawat Indonesia di Kuwait ini menunjukkan koordinasi yang lemah antar lembaga pemerintah, Kompas melansir.

Persoalan yang menimpa 54 perawat ini muncul sejak Pemerintah Kuwait menerima surat Kementerian Kesehatan melalui nota diplomatik Kementerian Luar Negeri RI soal pengakuan ijazah. Penanganan yang berlarut-larut berdampak buruk bagi Indonesia karena Kuwait terus merekrut perawat Filipina dan India. Akibatnya, rumah sakit pengguna jasa di Kuwait langsung menonaktifkan perawat Indonesia. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Kuwait sudah mengirim semua ijazah perawat di Kuwait ke Kementerian Kesehatan di Jakarta untuk diverifikasi.

Kepala BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan, pemerintah akan menyelesaikan permasalahan perawat Indonesia di Kuwait dan negara lain. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Nasional akan mengutus staf mereka ke negara yang telah menonaktifkan perawat asal Indonesia. Jumhur menyatakan, sistem akreditasi lulusan lembaga kesehatan bagi tenaga kerja di dalam negeri maupun luar negeri memang harus diperbaiki agar tidak merugikan pekerja setelah mereka menjalankan tugasnya di rumah sakit dan klinik.



...TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA...SEMOGA TIDAK BOSAN DENGAN ISI BLOG INI...

SEGARKAN MATA - 05.23
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI

0 komentar:

Poskan Komentar