;

Kamis, 28 April 2011

LARANGAN MEMAKAN BABI DALAM KITAB SUCI AGAMA-AGAMA IBRAHIM

Kamis, 28 April 2011

Bismillahirohmanirrohim,


Sejarah Munculnya Agama-agama Ibrahim.
Sebelum kita membahas tentang Larangan memakan babi dalam Kitab Suci Agama-agama Ibrahim perlu juga dipahami sejarah munculnya Agama-agama tersebut. Berdasarakan sejarah Kenabian, Ibrahim adalah cikal bakal terbentuknya 3 Agama besar didunia atau yang dikenal dengan Agama-agama Samawi :

1. Agama Yahudi yang mengimani Taurat dan Zabur sebagai kitab Sucinya yang dibawa oleh Nabi Musa A.S dengan bahasa awal yang digunakan adalah bahasa Ibrani

2. Agama Nasrani/ Kristiani/ Kristen yang mengimani Taurat dan Zabur (Injil Perjanjian Lama) dan Injil Perjanjian Baru, Injil perjanjianbaru adalah kumpulan dari surat-surat dan kesaksian dari 12 Murid dari Nabi Isa A.S yang dikumpulkan oleh St. Paul pada abad ke 3 setelah diangkatnya Nabi Isa A.S ke sisi Allah S.W.T (atau Yesus Kristus, sebutan penghormatan dari Umat Kristen untuk Isa A.S). dan baru pada abad ke Tiga inilah Penuhanan Isa A.S oleh kaum /pengikut Kristen saat itu di deklarasikan menjadi Yesus Kristus dengan didukung oleh Pemerintahan Romawi saat itu sehingga pada akhirnya keluar dari Koridor hukum Agama Yahudi/ Jews yang tidak meyakini Isa A.S sebagai Anak Tuhan.

    Jadi “St. Paul lah yang mengembangkan agama Kristen, penyebar dan penulis sebagian besar dari Kitab Perjanjian Baru” (Michael H. Hart dalam bukunya The 100 halaman 38-39). selanjutnya Agama Resmi bagi Kerajaan Romawi saat itu menjadi dua, Agama Yahudi dan Agama Kristen.
    Agama Yahudi/ Jews Dipeluk oleh Orang-orang keturunan Yahudi sedangkan Agama Kristen dipeluk oleh Orang-orang keturunan Bangsa Arya/ Romawi yang sebelumnya memeluk Kepercayaan Arya (Dewa Matahari sebagai Dewa tertinggi), tentunya dilakukan penyesuaian ajaran dan Adat Istiadat peribadatannya dengan Kepercayaan Arya yang telah dianut sebelumnya oleh Bangsa Romawi/ Bangsa Arya (Suku asli bangsa Eropa Modern saat ini) termasuk peringatan 25 Desember sebagai tanggal lahirnya Yesus Kristus yang menyesuaikan dengan Peringatan yang sering dirayakan oleh Bangsa Romawi untuk menghormati Dewa Arya (Dewa Matahari). untuk lebih detailnya bisa dibaca pada Buku “A History of God” karangan Karen Armstrong (Seorang mantan Biarawati yang mendapatkan restu dari Vatikan untuk mencari dan mempelajari Kitab-kitab asli dan Manuskrib-manuskrib Kuno di Tempat asalnya Agama-agama samawi muncul dan saat ini menjadi Guru Besar Ahli Sejarah Timur Tengah , Beliau lebih mengaku sebagai seorang Monoteis yang Bebas). sebagaimana yang dituturkan oleh Karen Armstrong pada perkembangannya sebagian Umat Kristen terpecah keyakinannya antara memegang kedua kitab suci itu sebagai pedoman peribatannya dan sebagian lagi hanya memegang Injil (Perjanjian Baru) sebagai kitab sucinya. 3. Agama Islam yang mengimani Taurat, Zabur dan Al Qur’an sebagai kitab suci yang memang diturunkan dari sisi Allah S.W.T. Sementara perbedaan cara beriman kepada kitab-kitab Allah selain Al-Qur’an dan kepada Al-Qur’an sendiri disebabkan oleh beberapa hal, seperti berikut : 1. Masa berlaku kitab-kitab sebelum Al-Qur’an sudah selesai 2. Kitab-kitab sebelum Al-Qur’an berlaku terbatas pada satu umat saja, yakni umat yang hidup pada masa dan wilayah tertentu. Misalnya, kitab Taurat untuk umat Nabi Musa dan untuk kaum Bani Israil 3. Kandungan pokok dari kitab-kitab sebelum Al-Qur’an telah termuat dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, jika kita dapat mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an secara sempurna, maka itu berarti kita juga telah mengamalkan isi pokok kitab-kitab Allah selain Al-Qur’an.
    Dan ini (Al-Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi, 
    membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya….”  
    (QS. An’am : 92).
     
    Dan Kami berikan kepada Musa kitab (taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman) : ”Jangan kamu mengambil penolong selain Aku.”  
    (QS. Al-Isra’ : 2)
      …….. Dan Kami berikan Zabur kepada Nabi Daud.” (QS. Al-Isra’ : 55)  
    Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan bahasa Arab, 
    agar kamu memikirkannya.” 
    (QS. Yusuf : 2)
      · Selain empat kitab tersebut diatas, Allah SWT juga menurunkan wahyu dalam bentuk shuhuf. Shuhuf adalah lembaran-lembaran berisi firman Allah yang diturunkan kepada para Nabi atau Rasul. Shuhuf berisi tentang hukum dasar yang dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan agama bagi Nabi atau Rasul yang telah diberi shuhuf tersebut. · Allah SWT berfirman :
    Sesungguhnya ini benar – benar terdapat dalam kitab Allah yang dahulu (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.”  
    (QS. Al- A’la : 18-19)
    Beberapa Nabi yang telah menerima shuhuf dari Allah sebagai berikut : a. Nabi Idris As menerima 30 shuhuf b. Nabi Sits As menerima 50 shuhuf c. Nabi Ibarahim As menerima 10 shuhuf d. Nabi Musa As menerima 10 Shuhuf “Rencana” Tuhan menurunkan empat kitab itu secara bertahap tentu ada maksudnya.. Tapi amat sedikit dari kita yang mampu memahami rencaNya. Tapi dari indikasi yang diberikan-Nya. bahwa penurunan ke empat kitab itu mengikuti perkembangan pengetahuan dan budaya umat saat itu. Tuhan telah menurunkan 3 kitab sebelumnya kepada umat dari keturunan Yahudi dan semuanya berakhir dengan “berubah”nya kitab-kitab tersebut dari konteks aslinya. Pada saat yang sama ada satu kaum yang memang kehidupannya sangat jahiliyah saat itu ditempat dimana seharusnya nama Tuhan dimuliakan. yaitu bangsa arab di Mekah, tempat Ka’bah berada. Mungkin Tuhan ingin “menunjukkan” kepada bangsa Israel bahwa mereka bukan lagi bangsa pilihan, karena kerusakan-kerusakan yang mereka buat. sekaligus mengembalikan Ka’bah sebagai tempat suci dan dimuliakan. Dan ini juga untuk menunjukkan kaitan ajaran yang dibawa Muhammad adalah juga merupakan yang dibawa oleh Ibrahim (nenek moyang orang Israel). Karena Nabi Muhammad pun ternyata memiliki pertalian Darah dengan Nabi Ibrahim, dimana dalam sejarah Kenabian Muhammad merupakan keturunan dari Nabi Ismail, anak dari Nabi Ibrahim dengan Siti Hajar / Hagar sebelum kelahiran Nabi Ishaq yang nantinya menurunkan Bangsa Israel dari keturunannya.
    Manusia itu adalah umat yang satu (setelah timbul perselisihan) maka Allah SWT mengutus para Nabi sebagai pemberi khabar gembira dan pemberi peringatan dan menurunkan bersama mereka kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan (itu). Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang-orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.”
    (QS. Al-Baqarah : 213).
    Mengenai Larangan memakan Babi sebenar nya telah dicantumkan dalam kitab-kitab suci terdahulu : “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, “ [Al-Qur'an 5:3] ayat-ayat Al Qur’an di atas cukup untuk memenuhi bagi Muslim mengapa babi diharamkan. Umat Yahudi dan Kristen lebih percaya dengan Kitab Suci agamanya. Taurat melarang mengkonsumsi babi, dalam kitab Imamat :
    “Dan babi, meskipun ia memiliki kuku terbelah, namun dia tidak memamahbiak; 
    babi adalah najis untuk Anda”.
     “daging nya jangan kamu makan, dan bangkai mereka jangan engkau sentuh, 
    mereka adalah najis untuk Anda.”
    [Imamat 11:7-8]
    Babi juga dilarang dalam Injil dalam kitab Ulangan :
    “Dan babi, karena kukunya terbelah, namun bukan pemamah biak, ia adalah najis untuk Anda. Kamu jangan makan daging mereka, dan jangan menyentuh bangkai mereka.” 
    [Ulangan 14:8]
    larangan yang sama juga diulang dalam Injil dalam kitab Yesaya bab 65 ayat 2-5. tambahan : dalam alkitab terbitan sekarang terdapat tambahan babi HUTAN sedangkan alkitab terbitan tahun 1992 ke bawah tidak terdapat kata HUTAN . . . Bukti bukti Ilmiah bahwa Babi berbahaya dan tidak layak untuk dikonsumsi Manusia.
    Babi dari dulu bertanggungjawab atas terjadinya berbagai macam penyakit. Umumnya penyakit yang ditimbulkan oleh babi sangat-sangat misterius. Tahun 1918, babi bertanggungjawab atas berjangkitnya penyakit yang bernama “Spanish Flu”. Menurut kabar resmi 21 juta nyawa melayang akibat penyakit ini. Kabar tak resmi menyebut angka 40 juta. Belum lama, ketika berjangkit SARS, babi juga jadi monster yang menakutkan. Semenanjung China dan Singapura jadi sepi pengunjung. Lalu, lagi-lagi babi yang menjadi biang kerok merebaknya Nipah Virus, yang membunuh sedikitnya 100 orang di Malaysia. Bulan Agustus 2005, di China puluhan orang mendadak mati, dengan gejala misterius, seperti mual, demam, muntah-muntah dan pendarahan di bawah kulit. Mereka adalah para petani yang secara langsung melakukan kontak dengan babi-babi.
    Sekarang di Indonesia sedang heboh membicarakan Flu Burung. Flu burung sendiri sebetulnya hanya penyakit yang menular dari unggas ke unggas, seperti ayam, burung, bebek dan sama sekali tidak bisa menular kepada jenis hewan lain, seperti kadal, kelinci, atau primata seperti, kera, baboon, monyet dan manusia (dalam dunia biologi, manusia termasuk primata lho, jangan marah), karena kelainan GEN antara manusia dan unggas. Flu burung sendiri termasuk salah satu dari 15 afian influenza yang secara rutin menyerang para hewan unggas. Pasti kita sering mendengar wabah penyakit unggas, yang biasanya menyerang ayam secara massal, seperti tetelo dll. Itu juga termasuk afian influenza atau flu burung. Tidak heran kalau para peternak ayam sering ditinggal mati mendadak oleh ternaknya secara berjamaah. Lalu kenapa flu burung bisa masuk ke tubuh manusia dan hewan lainnya? Ini yang menjadi “misterius link”. 
     Ternyata lagi-lagi si babi yang musti bertanggungjawab. Ceritanya begini, Virus flu burung secara diam-diam merasuk ke dalam tubuh si babi dan tubuh si babi secara alami menjadi lahan yang subur bagi firus flu burung untuk bermutasi menjadi jenis H5n1 yang bisa menembus kekebalan tubuh manusia. Lalu virus yg sudah bermutasi tersebut lompat lagi dari babi ke unggas, ke hewan lainnya, dan manusia. Nah, kini kemampuan si virus bukan hanya menjangkiti unggas-unggas, tapi sudah pandai pula menjangkiti manusia. Dan pada tingkat yang lebih parah nantinya, virus itu bisa menular dari manusia ke manusia. Tidak heran kalau detektif depkes RI sampai sekarang tidak menemukan tokoh intelektual dibalik terbunuhnya para penderita flu burung. Karena walaupun mereka, para korban, tidak makan ayam atau tidak punya unggas, bisa jadi virus itu dari jenis binatang lainnya.  
    Kembali ke cerita si babi. Hebatnya si babi ini, walaupun menjadi lahan subur bagi berkembangnya berbagai macam virus dan penyakit, si babi sendiri tidak menderita penyakit tersebut! Ini yang masih menjadi bahan penyelidikan para ahli. (Makanya tidak ada babi yang beli obat ke apotik). Kenapa sih berbagai penyakit dan virus mematikan dari babi bisa dengan mudah bermutasi, dan menyerang manusia? Pertama, karena kedekatan DNA (Deoxyribo Nucleid Acid) manusia dan babi hanya selisih 3 persen saja. Tidak heran kalau anatomi tubuh babi, lebih mirip manusia. Hingga organ tubuh babi lebih cocok digunakan untuk transplantasi / cangkok organ tubuh manusia. Bahkan suatu riset di Australia pernah mencoba mencampur sperma manusia dan indung telur babi untuk dibuahi. 
     
       Dan ternyata berhasil. Karena DNA manusia dan babi sangat-sangat mirip. Hanya hasil dari riset pembuahan itu tidak dipublikasikan, menjadi manusia atau babi, atau manusia setengah babi, atau babi setengah manusia.  Kedua, babi mempunyai   PERV (Porcine Endogenous Retrovirus), semacam virus asli  yang diindap babi. Dengan kata lain, sejak lahir babi di seluruh dunia sudah memiliki Deoxyribo Nucleid Acid yang mengandung Porcine Endogoneous Retrovirus, yang berpotensi menyebar berbagai macam penyakit. Sekurangnya 25 jenis virus yang berbeda dari babi, dapat menjangkiti manusia. The National Institute Standard Tecnology (NIST) pernah menghabiskan dana sebesar US$ 1,9 juta dalam rangka menghilangkan Porcine Endogenous Retrovirus dari babi, tapi gagal. Jadi tidak heran, kalau sedari dulu lagi, Islam melarang pemeluknya untuk mencerna segala produk makanan yang mengandung unsur B2 (babi) ini. Lagian masih banyak jenis makanan lain, yang free PERV, seperti ayam, kalkun, sapi, tempe, tahu dll. Dan kalau ada rekan non-muslim yang menawari  saya makan babi, karena kekerabatan DNA itu, saya lebih suka mengatakan, supaya lebih mudah, “No, thanks, he is our brother”.





    ...TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA...SEMOGA TIDAK BOSAN DENGAN ISI BLOG INI...

    SEGARKAN MATA - 02.11
    MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI

    0 komentar:

    Poskan Komentar