;

Minggu, 10 April 2011

Peran Otak Saat Orgasme

Minggu, 10 April 2011


Alasan setiap orang melakukan hubungan seksual sangat bervariasi serta kompleks. Apa yang terjadi di otak saat seseorang sedang mengalami orgasme?

Orgasme adalah gerakan yang mendadak, kontraksi dan adanya gelombang gairah seksual. Namun terkadang tidak semua orang bisa mencapai orgasme dengan maksimal. Dalam hal ini otak memainkan peranan besar untuk mencapai orgasme yaitu tubuh mengirimkan pesan ke otak.

Tanpa adanya saraf yang mengirimkan impuls ke sumsum tulang belakang dan otak, maka orgasme tidak akan mungkin terjadi.

Sama dengan daerah lain di tubuh, daerah genitalia (kelamin) juga mengandung berbagai saraf yang dapat mengirimkan informasi ke otak untuk memberitahukan adanya sensasi yang sedang dialami. Hal ini pula yang menjelaskan mengapa sensasi orgasme berbeda karena tergantung dari daerah mana yang disentuh dan saraf yang terlibat.

Semua alat kelamin memiliki ujung saraf besar yang pada akhirnya akan terhubung ke saraf besar menuju sumsum tulang belakang.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Selasa (9/3/2010) ada beberapa saraf yang bertanggung jawab terhadap rangsangan di daerah kelamin,

Semua alat kelamin mengandung sejumlah besar ujung saraf (clitoris saja memiliki lebih dari 8.000), yang pada gilirannya terhubung ke saraf besar yang berjalan naik melalui tubuh ke spinal cord. (Pengecualian adalah saraf vagus, yang mem-bypass spinal cord.) Mereka melakukan banyak fungsi lainnya dalam tubuh selain untuk menyediakan suplai saraf, dan mengumpan balik ke otak selama rangsangan seksual. Berikut adalah saraf dan daerah yang berhubungan kelamin yaitu:
  • Saraf Hipogastrikus - mentransmisikan dari rahim dan leher rahim pada wanita dan dari prostat pada laki-laki
  • Saraf Panggul - mentransmisikan dari vagina dan leher rahim pada wanita dan dari rektum pada kedua jenis kelamin
  • Saraf Pudenda - mentransmisikan dari klitoris pada wanita dan dari skrotum dan penis pada laki-laki
  • Saraf vagus - mentransmisikan dari rahim, leher rahim dan vagina

Seseorang berhubungan seksual dengan alasan yang bervariasi dan kompleks. Namun ujung-ujungnya bertujuan mencapai orgasme. Otak disebut-sebut memainkan peran besar dalam mencapainya.

Hampir setiap aspek orgasme menjadi subyek penelitian dan perdebatan. Para peneliti masih dalam proses mencari tahu persis apa yang terjadi di otak selama orgasme. Lalu pesan apakah yang disampaikan tubuh ke otak saat orgasme?

Hal ini membantu untuk menjelaskan mengapa sensasi yang dirasakan berbeda tergantung di mana seseorang disentuh. Contohnya saja orgasme clitoral, berbeda dengan orgasme vagina karena syaraf pengatur yang terlibat berbeda.

Tanpa saraf yang yang mengirimkan impuls ke spinal cord (saraf tulang belakang) dan otak, orgasme tidak mungkin terjadi. Sama seperti daerah lain dari tubuh, alat kelamin berisi saraf yang berbeda yang mengirimkan informasi ke otak untuk memberitahu tentang sensasi yang sedang dialami.


Peran saraf vagus pada orgasme adalah penemuan baru dan masih banyak yang belum diketahui tentang hal tersebut. Selama ini, peneliti tidak tahu bahwa saraf itu melewati daerah pinggul.

Kebanyakan saraf-saraf di atas terkait dengan spinal cord, yang akan menjelaskan untuk alasan bahwa seseorang dengan spinal cord terpotong tidak akan bisa mengalami orgasme. Dan untuk waktu yang sangat lama, orang dengan jenis luka biasanya diberi tahu. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dengan cedera tulang belakang, bahkan parapalegics, yang bisa mencapai orgasme.

Dr Barry Komisaruk dan Dr Beverly Whipple dari Rutgers University memimpin penelitian pada wanita dengan tali tulang belakang yang terputus pada tahun 2004. Mereka menemukan bahwa wanita tersebut bisa merasakan stimulasi dari serviks dan bahkan mencapai orgasme, meskipun tidak ada jalan di otak mereka yang dapat menerima informasi dari saraf hipogastrikus atau panggul.

Bagaimana mungkin ini terjadi? MRI menscan otak perempuan itu dan menunjukkan bahwa kawasan yang berhubungan dengan sinyal dari saraf vagus aktif. Karena vagus mem-bypass spinal cord, sehingga para wanita masih bisa merasakan rangsangan serviks.

Pada akhir tahun 1990-an, ilmuwan dari University of Groningen di Belanda melakukan beberapa penelitian untuk menentukan aktivitas otak selama terjadi rangsangan seksual.

Tim peneliti menggunakan PET scan untuk mengamati berbagai daerah di otak yang akan menyala dan mati selama aktivitas seksual. Ternyata ditemukan tidak terlalu banyak perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

"Daerah otak di belakang mata kiri yang disebut dengan korteks lateral orbitofrontal akan menutup turun selama orgasme. Ini merupakan daerah akal dan kontrol perilaku, sehingga jika orang mengalami orgasme akan kehilangan kendali," ujar Janniko R. Georgiadis, salah seorang peneliti.

Sedangkan menurut Dr Gert Holstege otak seseorang yang sedang mengalami orgasme sekitar 95 persennya sama dengan saat orang menggunakan heroin.

Namun ada beberapa perbedaan yang ditemui. Ketika seorang perempuan berhubungan seksual, bagian dari batang otak yang disebut dengan eriaqueductal abu-abu (PAG) diaktifkan yang berfungsi mengendalikan respons kesenangan atau melawan. Selain itu otak perempuan juga menunjukkan penurunan aktivitas di amigdala dan hipokampus, yang berhubungan dengan rasa takut dan kecemasan.

Peneliti berpendapat bahwa perbedaan-perbedaan ini karena perempuan memiliki kebutuhan lebih untuk merasa aman dan santai dalam menikmati seks. Dan juga daerah korteks yang berhubungan dengan rasa sakit diaktifkan pada perempuan, hal ini menunjukkan ada hubungan yang jelas antara rasa sakit dan kesenangan.

Studi juga menunjukkan meskipun perempuan bisa menipu pasangannya dalam hal pencapaian orgasme, namun otaknya tetap menunjukkan kebenaran.

Ketika perempuan diminta untuk berpura-pura orgasme, maka aktivitas otak di dalam cerebelum dan daerah lain yang terkait mengendalikan gerakan akan meningkat. Dan hasil scan tidak menunjukkan adanya aktivitas otak yang sama pada perempuan yang mengalami orgasme sesungguhnya.

Sementara itu ada juga orang yang bisa merasakan orgasme tapi bukan berasal dari rangsangan alat kelamin misalnya sentuhan di puting susu. Para peneliti percaya bahwa sensasi yang dikirim dari rangsangan puting susu akan memberikan informasi yang sama dengan rangsangan









...TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA...SEMOGA TIDAK BOSAN DENGAN ISI BLOG INI...

SEGARKAN MATA - 20.46
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI

0 komentar:

Poskan Komentar