;

Rabu, 20 April 2011

Perkosa 116 Wanita, Pria di Cina Dihukum Mati

Rabu, 20 April 2011

Beijing - Dai Qingcheng, petani berumur 46 tahun dari Provinsi Anhui, wilayah timur Cina, dijatuhi hukuman mati karena memperkosa 116 wanita antara tahun 1993 hingga 2009. Seperti dilansir Daily China, Dai dinyatakan bersalah di persidangan pertama dengan tuduhan memperkosa, atau mencoba memperkosa 116 perempuan dan merampok 91 dari mereka.

Kasus ini terungkap setelah polisi mendapat laporan dari seorang wanita berusia 49 tahun pada bulan Juli 2011 di daerah Linquan. Wanita tersebut melaporkan seorang pria bertopeng dengan pisau telah menyerang dirinya dan memaksa ikut ke rumahnya, kemudian mencoba untuk memperkosa dirinya.

Dalam penyelidikan didapatkan fakta bahwa suami korban dan anak keduanya jauh dari rumah. Saat kejadian, wanita itu hanya bersama putrinya yang berusia 11 tahun.

"Saya sangat takut, tapi aku sadar bahwa aku harus melindungi anak saya. Aku menjerit dan beberapa tetangga mendengar saya. Pria itu melarikan diri dengan cepat," ungkap sang wanita.

Polisi yang menyelidiki kasus ini kemudian mengetahui bahwa insiden seperti ini sudah sering terjadi di daerah tersebut. Selain itu, banyak warga di kampung Dai di Linquan, juga warga di daerah Shenqiu, Provinsi Henan, juga telah diserang. Kebanyakan korban adalah istri dari pekerja migran yang suaminya sedang pergi di kota-kota.

Petugas menemukan modus Dai, yang biasanya memecahkan kaca dan masuk ke dalam rumah pada malam hari.

"Kami terkejut ketika dia mengatakan kepada kami ia telah memperkosa sekitar 100 wanita. Para korban yang dia perkosa berkisar antara gadis-gadis sangat muda hingga wanita yang berusia 50 tahunan, bahkan salah satunya tengah hamil enam bulan," kata Yang Yongkui, seorang perwira polisi dari biro polisi Linquan.

Banyak orang terkejut ketika Dai diidentifikasi sebagai tersangka utama karena dia tidak tampak seperti seorang pemerkosa dan perampok. "Dia terlihat, tertutup dan jujur, dari penampilannya aku tidak akan menghubungkannya dengan kekejaman seperti itu," ujar pengacara Dai, Ming Tian saat sidang pertama.

"Dia tidak berkomunikasi dengan orang banyak, tetapi ia memperlakukan keluarganya dengan baik dan kebanyakan penduduk desa berpikir bahwa ia adalah seorang pria sederhana dan jujur," tambah Ming Tian.

Salah satu isu yang muncul selama penyelidikan adalah kenyataan bahwa sebagian besar korbannya memilih untuk tetap diam setelah mereka diserang. Bahkan banyak yang awalnya menyangkal bahwa mereka telah diperkosa ketika mereka didekati oleh polisi.

"Di desa-desa, orang sangat konservatif dan setiap percakapan tentang seks dianggap memalukan, bahkan jika Anda diserang, Anda malu untuk berbicara tentang hal itu," kata Chen Wei, seorang pengacara yang mengkhususkan diri dalam studi perempuan.

"Itulah alasan mengapa Dai tidak tertangkap selama 17 tahun. Kebisuan para wanita karena merasa malu, membuat dia bisa terus melakukan kejahatannya," tambah Chen.

Sumber 




...TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA...SEMOGA TIDAK BOSAN DENGAN ISI BLOG INI...

SEGARKAN MATA - 00.11
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI

0 komentar:

Poskan Komentar