;

Senin, 25 April 2011

Trik Melatih Potensi Otak Tengah

Senin, 25 April 2011

Setelah heboh dengan manfaat otak tengah sebagai "master controller", kemudian muncul lembaga-lembaga yang menawarkan training aktivasi otak tengah.


Trainer otak tengah, Rani Chaerani, Mpd tidak memungkiri keberadaan lembaga training aktivasi otak tengah. Semua dilakukan dalam keadaan aman dan sesuai untuk konsumennya.

Usia yang cocok untuk mengikuti program training ini adalah 5-12 tahun. Alasan utamanya dipilih anak usia 5 tahun sebagai batas awal karena lebih pada batas teknis saja, yaitu :
  • Usia 5 tahun sudah bisa mendengarkan perintah atau instruksi.
  • Mau dan bisa melaksanakan instruksi.
  • Berani berada di ruangan yang jauh dari orangtua.
Sedangkan usia 12 tahun dijadikan batas akhir karena usia 12 tahun ke atas dinilai sulit untuk dipengaruhi dan diajak bermain ala anak-anak.

Untuk proses awal aktivasi otak tengah, Anda harus melewati beberapa prosedur, yaitu :
  1. Percaya pada aktivasi otak tengah.
  2. Anak mengikuti program training aktivasi otak tengah tanpa paksaan.
  3. Anak berada dalam kondisi fisik yang sehat atau optimal. Bagi anak-anak yang memiliki cacat fisik permanen juga diperbolehkan.
  4. Anak tidak didampingi orangtua.
  5. Anak bersedia melaksanakan perintah atau intruksi.
Kemudian, untuk proses aktivasi otak tengah dilakukan selama 2 hari berturut-turut. Prosesnya terbagi dalam beberapa sesi, yaitu :
  1. Ice breaking dilakukan untuk membuat anak-anak berada dalam situasi yang nyaman dan bahagia.
  2. Brain gym, yaitu gerakan-gerakan senam sederhana yang dapat membantu perkembangan otak dan koordinasi anggota tubuh anak. Kemudian anak diperdengarkan musik klasik.
  3. Pemasukan gelombang Alpha dan gelombang suara dengan frekuensi khusus (85 desibel) selama 4 menit untuk mengaktifkan otak tengah.
  4. Brain gym.
  5. Penutupan mata dengan kain. Merasakan sesuatu yang ada di depan mata dengan kondisi mata tertutup merupakan tanda bahwa otak tengah sudah aktif.
Hati-hati, bisa gagal. Layaknya sebuah proses, proses aktivasi otak tengah juga punya peluang gagal. Aktivasi otak tengah dapat terancam gagal bila anak :
  • Merasa tidak nyaman dengan situasi lingkungannya.
  • Ada tekanan dari orang lain untuk mengikuti training.
  • Tidak percaya diri.
  • Tidak mau mengikuti instruksi.
Kegagalan tidak hanya datang dari anak, melainkan bisa dari pelatih dan lembaga penyelenggara pelatihan. Karena itu Anda harus menyeleksi tempat pelatihan yang cocok untuk anak. Berikut tip dari Rani Chaerani untuk memilih tempat pelatihan aktivasi otak tengah:
  1. Cek lisensi dan kredibilitas tempat pelatihan. Bila berasal dari luar negeri, cek keabsahan pusat tempat lembaga training itu berasal. Bila berasal dari dalam negeri, cek badan hukumnya.
  2. Lihat lokasi dan ruangan tempat pelatihan untuk anak-anak. Ajak anak untuk merasakan apakah tempat pelatihan cukup nyaman.
  3. Minta penjelasan secara detail mengenai otak tengah sebelum mengikuti program pelatihan. Tempat pelatihan yang baik memberi penjelasan dan informasi dari segi medis dan aktivasi otak tengah.
  4. Memiliki pelatih yang ramah, semangat, dekat dengan dunia anak-anak. Trainer merupakan salah satu kunci untuk keberhasilan aktivasi.
  5. Memberikan training kepada orangtua untuk ‘bekal’ pelatihan bersama anak di rumah.





...TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA...SEMOGA TIDAK BOSAN DENGAN ISI BLOG INI...

SEGARKAN MATA - 03.56
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI

0 komentar:

Poskan Komentar